This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label catatan mas joko. Show all posts
Showing posts with label catatan mas joko. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

catatan hari ini

hari ini hari di mana ketika aku muncul di dunia yang penuh dengan warna ini, jujur sebenarya saya tak pernah mengingat tanggal kelahiran saya maksudnya merayakan tanggal kelahiran saya seperti kebanyakan orang sebab bagi saya justru dengan mengingat tanggal klahiran maka kita akan menambah beban dan ketakutan akan berkurangnya umur kita yang justru secara pribadi saya mrasa masih banyak yang harus aku perbaiki.

hari ini seperti hari kelahiran saya di tahun tahun sebelumnya saya hanya berharap semoga di berih kesempatan untuk membesarkan kedua anak saya semoga mereka berdua bisa menjadi anak yang bisa membanggakan kami sebagai orang tuanya , khususnya kepada almarhum ibunya yang di saat terakhirnya dia berpesan kepadaku tentang anak kita.

hari ini bertepatan dengan hari raya idul adha hari di mana adalah waktu wajib kita untuk mengunjungi makam ibu kedua anak saya, agar mereka tetap merasa memiliki ibu yang menyayanginya  dan dia yang di sana juga tidak merasa kesendirian sebab kita juga masih tetap mengingatnya.

orang boleh mengatakan egois dengan sikap saya yang menomor satukan ibunya anak anak walaupun dia telah tiada dan sayapun telah ada penggantinya tapi bagi saya dia tetap harus jadi panutan kedua anak saya ..harus..!

hari ini seperti hari hari sebelumnya saya hanya bisa berharap semoga masih di berih kesempatan tetap menjadi bagian dari kalian yang sedang berusaha menjadikan lingkungan kalian lebih baik lagi dengan gerakan yang kalian lakukan, semoga kita tetap istiqomah dan melupakan cibiran dari orang orang yang memang sedari awal meremehkan gerakan kita.. 

  SEMANGAT..!

Friday, September 9, 2016

Republik Rakyat Dermayu

Secara geografis Negara Indramayu terletak di sebelah utara Pulau Jawa di selatan berbatasan dengan Negara Cirebon Jaya dan di sebelah barat berbatasan dengan Negara Subang sebuah tempat yang strategis karena menjadi perlintasan ekonomi dari barat dan timur, 

Sambil ku nikmati secangkir kopi hitam ku baca brosur yang ku terima dari travel agen wisata di cafe itu, 

Dermayu kayaknya ini menarik..." sambil aku browsing mencari refrensi baru tentang Negara kaya minyak di utara Pulau jawa itu, 
Mas Joko..! 
hay may..traveling ke Dermayu yu.." aku berkata ke temanku yang memang sengaja aku undang ke cafe itu karena jujur aku sangat tertarik untuk ke sana tapi tentunya saya butuh teman perjalanan yang sehati dan siapa lagi kalau bukan May 
emang apa yang menarik di sana Mas? "kata May
may lihat ? menarik kan? 
tapi Mas.. untuk visanya gimana?
udah nanti biar travel agent yang ngurus , paspor kamu masih berlaku kan?"aku mencoba meyakinkan dia sebab kalau tidak dengannya
rasanya kurang pas kalau gak ada kamu may!
alaaa..iya lah kan kalau dengan May Mas Joko bisa gratis kan..? " kata May sambil tertawa 


akhirnya kita sepakat menjelang hari kemerdekaan negara Dermayu kita traveler ke sana sebab menurut agen yang kita pilih di bulan itu banyak kegiatan festival .

next

Tuesday, August 23, 2016

Catatan singkat di sore yang hangat

Sore ini saya kedatangan tamu istimewa seorang penyair senior juga seorang budayawan yang tetap konsisten dengan jalan hidup yang di pilihnya.

Masih seperti dulu tak ada yang berubah, masih berapi api nada suaranya menggambarkan semangat yang tak pernah padam walaupun guratan guratan di wajah dan lenganya tergambar jelas meninggalkan jejak waktu yang di laluinya, sungguh sebuah keberuntungan yang menghinggapiku di sore yang cerah ini.

Banyak yang kami bicarakan dari mimpi mimpi dia hingga keprihatinan dia terhadap kehidupan seni lokal keindramayuan yang di mata dia mengalami degradasi identitasnya.

Dari sekian banyak yang kata yang terucap oleh kita ada beberapa yang menyangkut di hati saya yakni.
- menulis harus dengan hati
- jika harus membakar bakarlah untuk kebersamaan
- kalau mau melacurkan karya saya   sudah kaya sedari dulu
Sungguh sebuah sikap yang harus di apresiasi untuk sebuah idialisme yang begitu teguh di pertahankan selama lebih dari 60 thn.

Yohanto A Nugraha
Metamorfosa

Kepada candra n pangeran
Anjani darah kesadaranku membius diantara suara suara gamelan jadi telaga dzikir.
Bersama orang orang yang menyuarakan kesengsaraan musim sepanjang pantai atas bibir.
Gelombang mengubur prasangkah buruk di alirkan jantung jiwa bagi seorang kekasih begitu tabah menata air mata.
Sementara anak anak berlarian di pusat informasi bangkitkan parikesit.
Atas semar semar jalanan
Dan kita pun membuat persimpangan demi persimpangan menyemarakan pesta kembang api dalam gumpalan kerinduan melengkapi pembusukan nurani mengerami sejarah.
Moyangku diantara limbah pabrik di jejali teknologi
Anjani waska yang tercipta dari lendir kesadaran nurani telah membangun berhala dan menjelma jadi angka angka statistik atas rindu sejara
Ruang tamu melangutkan gerimis sore hari hingga isyarat yang kau janjikan lenyap bersama embun embun semalam jadi padang perburuan di antara pohon pohon cantigi sepanjang pantai yang terluka dan tubuhmu yang menyengat di celah celah kegelisahan.
Mengirimi diammu menuju konspirasi tapi di sinilah kau dapati kehangatan masa silam yang menyapaku tiap pagi atas cakrawala kelam menghubungkan fatamorgana ke dalam kamarku penuh birahi
Anjani suaramu membakar amarah orang orang yang kini jadi momok membentangkan kesunyian waktu terbaca jejakmu di keramik dan sisa tumpukan masa silam meliukan gairah semar semarpun tersenyum menangkap sorot matamu penuh dendam atas derita rindu di apungkan doa seperti rijik hujan yang membakar tubuhmu membuat petak umpet bagi persinggahan air mata yang berputar putar atas dinding rumah kontrakan lewat sentuhan sentuhan yang tak kau sadari dalam tubuh kami membuat lingkaran seperti matahari dalam sakramen ini.

Bagi saya yang dangkal pahami tentang sebuah puisi tulisan di atas sudah cukup bagiku menilai kapasitasnya sebagai maestro puisi di kotaku.
Terimahkasih wa Abuk Yohanto A. Nugraha atas diskusi singkat kita yang baru mulai belajar merangkai sebuah kalimat yang kami anggap sebagai puisi ini

Indramyu 24 agustus 2016