This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, August 29, 2016

Ayo nonton harga

ayo keluar keliling kota
tak perlu ongkos tak perlu biaya
masuk toko perbelanjaan tingkat lima
tak beli tak apa
lihat-lihat saja 
kalau pingin durian
apel-pisang-rambutan-anggur
ayo..
kita bisa mencium baunya
mengumbar hidung cuma-cuma
tak perlu ongkos tak perlu biaya
di kota kita
buah macam apa
asal mana saja
ada 
kalau pingin lihat orang cantik
di kota kita banyak gedung bioskop
kita bisa nonton posternya
atau ke diskotik
di depan pintu
kau boleh mengumbar telinga cuma-cuma
mendengarkan detak musik
denting botol
lengking dan tawa
bisa juga kau nikmati
aroma minyak wangi luar negeri
cuma-cuma
aromanya saja 
ayo..
kita keliling kota
hari ini ada peresmian hotel baru
berbintang lima
dibuka pejabat tinggi
dihadiri artis-artis ternama ibukota
lihat
mobil para tamu berderet-deret
satu kilometer panjangnya 
kota kita memang makin megah dan kaya 
tapi hari sudah malam
ayo kita pulang
ke rumah kontrakan
sebelum kehabisan kendaraan 
ayo kita pulang
ke rumah kontrakan
tidur berderet-deret
seperti ikan tangkapan
siap dijual di pelelangan 
besok pagi
kita ke pabrik
kembali bekerja
sarapan nasi bungkus
ngutang
seperti biasa 
Oleh:Wiji Tukul
18 november 96 

Kucing, Ikan Asin dan Aku

seekor kucing kurus
menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini 
aku meloncat
kuraih pisau
biar kubacok dia
biar mampus! 
ia tak lari
tapi mendongak
menatapku
tajam 
mendadak
lunglai tanganku
-aku melihat diriku sendiri 
lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan
oleh:Wiji Thukul 
14 oktober 1996 

Monumen bambu runcing

monumen bambu runcing
di tengah kota
menuding dan berteriak merdeka
di kakinya tak jemu juga
pedagang kaki lima berderet-deret
walau berulang-ulang
dihalau petugas ketertiban
Oleh Wiji thukul
semarang, 1 maret 86

Pulang nang

Pulanglah Nang
pulanglah nang
jangan dolanan sama si kuncung
si kuncung memang nakal
nanti bajumu kotor lagi
disirami air selokan
pulanglah nang
nanti kamu manangis lagi
jangan dolanan sama anaknya pak kerto
si bejo memang mbeling
kukunya hitam panjang-panjang
kalau makan tidak cuci tangan
nanti kamu ketularan cacingan
pulanglah nang
kamu kan punya mobil-mobilan
kapal terbang bikinan taiwan
senapan atom bikinan jepang
kamu kan punya robot yang bisa jalan sendiri
pulanglah nang
nanti kamu digebugi mamimu lagi
kamu pasti belum tidur siang
pulanglah nang
jangan dolanan sama anaknya mbok sukiyem
mbok sukiyem memang keterlaluan
si slamet sudah besar tapi belum disekolahkan
pulanglah nang
pasti papimu marah lagi
kamu pasti belum bikin PR
belajar yang rajin
biar nanti jadi dokter
Oleh:wiji thukul
Solo, september 86

Majelis Makan Malam dan letupan di masjid Istiklal

ketika lidah sibuk mengganyang 20 tusuk satay, ayam
bakar, laksa johor, semangka, dan teh susu dalam
majlis makan malam di saujana yang amat berhormat
deto' haji abdul ghani othman*), seseorang menikam
telinga kiriku: istiqlal diletupkan sebutir bom, tuan!
seketika itu juga, di tengah tarian dan nyanyian
melayu yang mendayudayu, hidangan di atas meja
menjelma bangkai dan genangan darah. malam mengerut
angin memusing, menghisap seluruh kesadaranku. seribu
mulut berdengungan seperti lebah gila, ditingkah suara
tawa yang berdenging tajam. aku muntah. tubuhku pun
meletup. kepingankepingannya beterbangan, melesat
melintas pulau dan lautan. jatuh berkaparan di lantai dasar
masjid di antara kacakaca yang berpecahan dan sengatan
bau belerang
Oleh:Toto ST Radik
---Johor Bahru Malaysia, 1999

Indonesia pada sebuah malam

indonesia -- pada sebuah malam yang jauh
bulan separuh. burung alap-alap memekikkan seluruh
nyanyian kepedihan dan alamat-alamat kematian
sunyi pun tumbuh berkawan ketakutan
menjalar ke setiap rumah, mengetuk pintu-pintu
yang rapuh. dan angin seperti bersekutu
menghunjamkan dingin, tajam bagai tatapan
sepasang mata kucing hitam. kemudian hujan
jatuh, berputar-putar dalam tarian tanpa irama
menderas tak tertahan menuju jantung kegelapan
mengisyaratkan badai
indonesia -- pada sebuah malam penuh hujan
bulan tersingkir seperti menegaskan kegelapan sihir
lolong anjing dari bukit-bukit jauh mengarungi
detik amarah yang bergelombang gaduh. bunga-bunga
berganti batu, dendang sayang berganti kibasan parang
semburan peluru dan kobaran api. darah pun tumpah
di setiap jengkal tanah. mengalir ribuan kilometer
bersama airmata yang diam-diam menyimpan kenangan
sejarah negeri hijau. sobekan bendera terbakar
di atas meja perjudian. mantera-mantera, doa-doa, kutukan
seribu kata saling tindih saling cakar di antara
percakapan-percakapan aneh penuh sandi
indonesia -- pada sebuah malam huru-hara
aku menundukkan kepala di kamar berdebu
membaca baris demi baris sajak-sajakku yang berlepasan
dari penjara kertas: melangkah di jalan-jalan berbatu!
Oleh:Toto ST Radik
Serang, 31.12.1996

Di tengah ladang jagung

di tengah ladang jagung
kuterjemahkan ayatayat cintamu
di antara gerak daundaun
dan dzikir embun
di tengah ladang jagung
aku lelaki dengan tubuh legam berkilau
dibakar matahari
dalam gairah cinta menggelegak
di tengah ladang jagung
aku penari yang khusyuk mengurai doa
menjadi beribu gerak di antara riak kenangan
kenyataan hari ini, dan impian masa depan
di tengah ladang jagung
di bukit yang jauh dari tahuntahun gaduh
dan usia kemarau, aku tengadah ke langit
menyerap seluruh cahaya

Oleh: Toto ST Radik
---Serang, 1998

Amsal sebuah pisau

pisau yang tergeletak di atas meja makan itu terisak
sedih
sudah berharihari tak ada apa pun, sekadar bawang merah
atau seekor cicak melintas, untuk dicincang
jamur karat membelukar di tubuhnya yang kian suram dan
renta
matanya yang tumpul masih berkilat karena siksa lapar
namun ruang dan waktu yang mengepung dirinya hanya
menurunkan sepi
seseorang meninggalkannya begitu saja di meja makan itu
tanpa tugas tanpa mangsa
padahal begitu nyaring ia dengar suara erang daging dan
deras darah
yang muncrat di jalanjalan kelam dari jaman ke jaman
sejak qabil membantai habil
o, daging yang ranum darah yang harum
aku menginginkanmu di hari tuaku yang buruk ini! ratapnya
pedih dibekuk kenangan yang mendatanginya
bertubitubi
pisau yang tergeletak di atas meja makan itu meraung
sangsai
seperti putus asa
sudah berharihari ia tak menemu cara bunuh diri: mengakhiri
seluruh perjalanannya dan memulai lagi pengelanaan baru
menyusuri jalanjalan kelam di dunia lain
bersama orangorang lain
sebagai korban
Toto ST Radik
---Serang, 1998-1999

Catatan seorang penyair

di negeriku lelaki tak patut menitikkan
air mata
hanya perempuan boleh bersedih
dan menangis
lelaki adalah serdadu: baja yang ditempa
di atas api
keras dan padat dan kejam menggenggam hidup
tak ada sepetak ruang dan sejenak waktu
untuk bertanya
tentang sesuatu yang sederhana
segalanya telah selesai
dalam kitab kalah atau menang
di negeriku lelaki tak patut menitikkan
air mata: aku pun pergi
ke negeri puisi
di mana kegembiraan dan kesedihan
keraguan dan cinta
tak ditampik atau menampik
Toto ST Radik
----Serang, 1998

sang pejuang

Jika para pengetam
Menumbuk bulirnya
Tanyakanlah pada mereka
Tentang sebuah karunia cinta
Yang ditemukan burung jalak
Diantara pohon bidara
Atau pada kotek ayam
Yang mengais remahan cinta
Diantara kumbang-kumbang bunga

Sebab aku yakin
Mereka adalah pencari cinta
Yang berjuang demi bahagia
Tentang hidup yang tidak bisa
dipisahkan dari cinta.

puisi cinta

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya
Meskipun jalan yang harus kautempuh keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merengkuhmu, serahkan dirimu padanya
Meskipun pedang-pedang yang ada di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu

Dan jika ia berbicara padamu, percayalah..
Meskipun suaranya akan membuyarkan mimpi-mimpimu
Bagaikan angin utara yang memporakporandakan petamanan.

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menumbuhkan dan memangkasmu
Mengangkatmu naik, membela ujung-ujung rantingmu 
yang gemulai dan membawanya ke matahari

Tetapi, cinta juga akan mencengkeram, 
menggoyang akar-akarmu hingga tercabut dari bumi
Bagai seikat gandum, ia satukan dirimu dengan dirinya
Menebahmu hingga telanjang
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu
Menggilasmu untuk memutihkan
Melumatmu hingga kau menjadi liat
Kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya, 
hingga engkau menjadi roti suci perjamuan kudus bagi Tuhan.

Semuanya dilakukan cinta untukmu 
hingga kau mengetahui rahasia hatimu sendiri, 
dan dalam pengetahuan itu kau akan menjadi bagian hati kehidupan.

Jangan biarkan rasa takut bersarang, 
agar kau tak hanya menjadikan cinta tempat mencari senang.
Karena akan lebih baik bagimu 
untuk segera menutupi ketelanjangan dan berlalu dari lantai penebahan cinta,
Menuju dunia tanpa musim dimana engkau akan puas tertawa, 
gelak yang bukan tawamu, dan engkau akan menangis, air mata yang bukan tangismu.

Cinta tidak memberi apapun kecuali dirinya sendiri 
dan tidak meminta apapun selain cinta itu sendiri,
Ia tidak memiliki dan tidak dimiliki
Karena cinta hanya untuk cinta

khalil gibran

sendiri

arak gelombang
riang bermain berkejaran
hati luka sembuh sirna
di rayu angin senja manja

di tepi pantai pulau ini
bartarik mimpi di ujung hari



Thursday, August 25, 2016

Tuan fajar

Lelah tuan menanti
Pagi yang kian menjauh
Kunang kunangpun telah pergi
Jenuh menunggu tuan yang masih bimbang
Gurat di wajah tuan
Juga sayu mata tuan
ikut lelah menanti pagi yang tuan tunggu
Minumlah kopi di meja itu tuan
Bakar lagi api yang mulai redup itu
Lelah tuan menanti
Pagi yang kian menjauh
Karangsong 25agustus 2016

Sunday, August 21, 2016

penyesalan

Mimpi telah membohongiku
bergelas kebodohan, baru saja aku pecahkan
atas nama penyesalan, kembalì Engkau aku kenang

Di Rumah Mu aku mengadu, melucuti segala tipu
ingat setapak, menuju tempat dimana semestinya jiwa berpijak
Engkau maha mengerti, betapa aku ingin kembali..................

5april 2011

dialog diri#2

hitam  nya senja sore ini
tak bisa mewakili rasa yang terlanjur gundah 
janji yang terlanjur terurai
satu persatu mendatangiku..... menagih ku... menjeratku....
diamku ini tuk membohongi rasa ini 
karena ku tau berteriak pun tak ada guna 
terlanjur aku harus memenuhi semuanya
sallam ku pada MU
ampun ku pada MU
hanya itu yang ku mampu 
semoga lidah ini dapat lebih bijak dalam berucap 
karena ku sadar hanya MU lah yang maha tau lagi maha menentukan

pantai song 29022016

dialog diri

siapa aku....
kenapa aku....
sampai di manakah aku....
allah hu ya robbi apa yang ku isi ke catatan hidup ini
maaf kan semua nya ...
kenapa masih berulang dan berulang ..
sudah lah ...apa masih belum puaskah dirimu dengan hitamnya buku catatan hidup mu..?
ya allah ya robbi ampuni hambamu ...
jujur sebenar nya aku sudah bosan dengan semuanya ini
berikan hidayah mu , berikan pencerahan mu ..
agar sisa waktu yang kau berikan dapat terisih dengan indah nya surga yang kau janjikan
ya allah maha pengampun ....
ya allah maha pengampun.....
ya allah maha pengampun.....


pantai karangsong  190216

semangat

selangkah lagi..
selangkah lagi kan ku rengkuh dirimu
kan ku buat kau terpejam dalam alam genjutsuku
rasakan detak demi detak irama asmara ini
selangkah lagi..
selangkah lagi kan kubuat kau bergetar 
terbakar dalam api birahi yang bergelora 
biarkan semua terjadi 
hingga kita hangus tak berbekas

Mimpi siapa

aku yakin engkau punyaku
hembusan nafas mu
detak jantung mu.
jelas aku tidak lupa itu.
aku yakin seyakin nya itu punyaku

lama ku mencari keberadaan mu
di malam ku
di siangku.
tak lelah ku ingat detail tubuh mu
karena aku takut melupakan mu

yang tersisa

Selamat malam sang malam
Aku di sini masih bersamanya
Ku pandang ku ingat 
Tetaplah
Duduklah
Aku masih ingin bercerita
Tentang panasnya siang tadi
Juga tentang tangisan anak Itu
Aku masih ingin Semuanya
Selamat malam sang malam
Aku masih bersamanya
ku genggam dan ku dekap
Sampai ku terlelap
Indramayu 20-8-2016